Saturday, May 14, 2011

Ia tidak bertulang, TAPI...

Pepatah mengatakan, lembut lidah tidak bertulang, tetapi kata-katanya menusuk seperti belati. Berhati-hati, jenayah menggunakan lidah tidak akan kita nampak dosanya di hadapan mata, tetapi dosa-dosa ini akan diperlihatkan di kampung akhirat nanti.

Lidah untuk berkata-kata tetapi adakah kita menggunakan lidah untuk meluahkan perkataan yang elok-elok? Sebabnya yang sering berlaku, kita menggunakan lidah untuk berbual kosong, mengumpat, bercakap perkara sia-sia sehingga kadang kala melampaui batas.


Jenayah lidah juga menjadi racun yang mematikan kasih sayang dalam pergaulan sesama insan, menyuburkan benih dendam dan kebencian dalam persaudaraan. Apabila manusia terdedah kepada bahaya fitnah, saling mencela, berprasangka buruk atau menghina secara terang-terangan maka akan rosaklah kehidupan yang asalnya aman dan damai.

Disebabkan itu, Rasulullah SAW mengingatkan kita dalam sabdanya yang bermaksud, “Sesungguhnya seorang hamba Allah mengucapkan satu perkataan yang dibenci Allah ia tidak ambil hirau, menyebabkan dia terjerumus ke dalam api neraka (jahanam).” (Hadis riwayat Bukhari)

Banyak sekali peringatan mengenai bahaya lidah ini. Dalam bahasa kita, istilah yang kita gunakan adalah mulut jahat. Lidah memang tidak bertulang, mudah berkata tetapi kadang kala percakapan itu menolak seseorang ke jurang neraka.

Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda lagi yang bermaksud, “Tidak ada sesuatu yang menjerumuskan manusia ke dalam api neraka kecuali dosa-dosa percakapan kotor dan jahat.” (Hadis riwayat ahli sunnah dan Ahmad)

Sunday, November 14, 2010

Kisah Ghulam (Ashabul Ukhdud)

Kisah ini sangat penting untuk dijadikan rujukan dan ikutan kepada pemuda-pemudi Islam zaman ini kerana ia mengisahkan seorang pemuda yang berani kerana Allah s.w.t, hatta ditaruhkan nyawa sekalipun. Ilmu yang benar akan memimpin kita kepada Allah s.w.t, dan ini lah yang di ajarkan oleh pendeta (ahli Ibadat) sedangkan ilmu yang diajarkan oleh ahli sihir istana adalah bathil semata-mata. Tawaqqal dan berserahnya pemuda itu kepada Allah s.w.t menyebabkan bukan sahaja dia seorang, malah keseluruhan rakyat mendapat hidayah dan beriman kepada Allah s.w.t. . Kita dapat mengikuti kisah pemuda ini tertera dalam Surah Al-Buruj dan diterangkan dengan jelas oleh Nabi kita Muhammad s.a.w dalm hadith baginda seperti berikut

قتل أصحب الأخدود

4. Celakalah kaum yang menggali parit (Surah al-Buruj 85:4)


Dari Shuhaib Ar-Rumi r.a., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Ada seorang raja pada zaman sebelum kalian. Ia memiliki seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir itu telah tua, ia berkata kepada sang raja, ‘Sesungguhnya usiaku telah tua dan ajalku telah dekat. Karena itu, utuslah kepadaku seorang anak muda agar aku ajari sihir’. Maka diutuslah seorang pemuda yang kemudian ia ajari sihir. Dan jalan antara raja dengan tukang sihir itu terdapat seorang rahib. Pemuda itu mendatangi sang rahib dan mendengarkan pembicaraannya. Sang pemuda begitu kagum kepada rahib dan pembicaraannya.

Begitu ia sampai kepada tukang sihir karena terlambat serta merta ia dipukulnya seraya ditanya, ‘Apa yang menghalangimu?’ Dan bila sampai di rumahnya, keluarganya memukulnya seraya bertanya, ‘Apa yang menghalangimu (sehingga terlambat pulang)?’ Lalu, ia pun mengadukan halnya kepada sang rahib. Rahib berkata, ‘Jika tukang sihir ingin memukulmu katakanlah, aku terlambat karena keluargaku. Dan jika keluargamu hendak memukulmu maka katakanlah, aku terlambat karena (belajar dengan) tukang sihir’.

Suatu kali, ia menyaksikan binatang besar dan menakutkan yang menghalangi jalan manusia, sehingga mereka tidak bisa menyeberang. Maka sang pemuda berkata, ‘Saat ini aku akan mengetahui, apakah perintah ahli sihir lebih dicintai Allah ataukah perintah rahib’. Setelah itu ia mengambil batu seraya berkata, ‘Ya Allah, jika perintah rahib lebih engkau cintai dan ridhai daripada perintah tukang sihir maka bunuhlah binatang ini, sehingga manusia bisa menyeberang’. Lalu ia melemparnya, dan binatang itu pun terbunuh kemudian ia pergi. Maka ia beritahukan halnya kepada rahib. Lalu sang rahib berkata, ‘Wahai anakku, kini engkau telah menjadi lebih utama dari diriku. Kelak, engkau akan diuji. Jika engkau diuji maka jangan tunjukkan diriku’.

Selanjutnya, pemuda itu bisa menyembuhkan orang buta, sopak dan segala jenis penyakit. Allah menyembuhkan mereka melalui kedua tangannya. Alkisah, ada pejabat raja yang tiba-tiba buta. Ia mendengar tentang pemuda itu. Maka ia membawa hadiah yang banyak kepadanya seraya berkata, ‘Sembuhkanlah aku, dan engkau boleh memiliki semua ini!’ Pemuda itu menjawab, ‘Aku tidak bisa menyembuhkan seseorang. Yang bisa menyembuhkan adalah Allah Azza wa Jalla. Jika Anda beriman kepada Allah dan berdo’a kepadaNya, niscaya Ia akan menyembuhkanmu’. Ia lalu beriman dan berdo’a kepada Allah dan sembuh.

Kemudian ia datang kepada raja dan duduk di sisinya seperti sedia kala.

Sang raja bertanya, ‘Wahai fulan, siapa yang menyembuhkan penglihatanmu?’

Ia menjawab, ‘Tuhanku’.

Raja berkata, ‘Saya?’

‘Tidak, tetapi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah’, tegasnya.

Raja bertanya, ‘Apakah kamu memiliki Tuhan selain diriku?’

Ia menjawab, ‘Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah’.

Demikianlah, sehingga ia terus-menerus disiksa sampai ia menunjukkan kepada sang pemuda.


Pemuda itu pun didatangkan.

Sang raja berkata, ‘Wahai anakku, sihirmu telah sampai pada tingkat kamu bisa menyembuhkan orang buta, sopak dan berbagai penyakit lainnya’.

Sang pemuda menangkis, ‘Aku tidak mampu menyembuhkan seorang pun. Yang menyembuhkan hanyalah Allah Azza wa Jalla’.

Raja berkata, ‘Aku?’

‘Tidak!’, kata pemuda.

‘Apakah kamu punya Tuhan selain diriku?’

Ia menjawab, ‘Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah’. Lalu ia pun terus disiksa sehingga ia menunjukkan kepada rahib. Maka rahib itu pun didatangkan.


Sang raja berkata, ‘Kembalilah kepada agamamu semula!’ Ia menolak. Lalu di tengah-tengah kepalanya diletakkan gergaji dan ia dibelah menjadi dua.

Kepada pejabat raja yang (dulunya) buta juga dikatakan, ‘Kembalilah kepada agamamu semula!’ Ia menolak. Lalu di tengah-tengah kepalanya diletakkan gergaji dan ia dibelah menjadi dua.

Kepada sang pemuda juga dikatakan, ‘Kembalilah kepada agamamu semula!’ Ia menolak. Lalu bersama beberapa orang ia dikirim ke gunung ini dan itu. (Sebelumnya) sang raja berpetuah,

‘Ketika kalian telah sampai pada puncak gunung maka bila ia kembali kepada agamanya (biarkanlah dia). Jika tidak, maka lemparkanlah dia!’

gunung.jpg

Mereka pun berangkat. Ketika sampai di ketinggian gunung, sang pemuda berdo’a,

‘Ya Allah, jagalah diriku dari mereka, sesuai dengan kehendakMu’. Tiba-tiba gunung itu mengguncang mereka, sehingga semuanya tergelincir. Lalu sang pemuda datang kembalimencari sampai bisa bertemu raja kembali.

Raja bertanya, ‘Apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu?’ Ia menjawab, ‘Allah menjagaku dari mereka’.

Kembali ia dikirim bersama beberapa orang dalam sebuah perahu kecil.

Raja berkata, ‘Jika kalian berada di tengah lautan (maka biarkanlah ia) jika kembali kepada agamanya semula. Jika tidak, lemparkanlah dia ke laut yang luas dan dalam’. Sang pemuda berdo’a,

‘Ya Allah, jagalah aku dari mereka, sesuai dengan kehendakMu’.

Akhirnya mereka semua tenggelam dan sang pemuda datang lagi kepada raja.

Sang raja bertanya, ‘Apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu?’

Ia menjawab, ‘Allah menjagaku dari mereka’.

Lalu sang pemuda berkata,

Wahai raja, kamu tidak akan bisa membunuhku sehingga engkau melakukan apa yang kuperintahkan. Jika engkau melakukan apa yang aku perintahkan maka engkau akan bisa membunuhku. Jika tidak, engkau tak akan bisa membunuhku’.

Raja mula menjadi bingung, ‘Perintah apa?’ Sang pemuda menjawab,

Kumpulkanlah orang-orang di satu padang yang luas, lalu ikatlah aku di batang pohon. Setelah itu ambillah anak panah dari wadah panahku, lalu ucapkan, ‘

Bismillahi rabbil ghulam (dengan nama Allah, Tuhan sang pemuda)’’.


Maka (raja memanahnya) dan anak panah itu tepat mengenai pelipisnya ( bahagian muka antara dahi dan telinga)

Pemuda itu meletakkan tangannya di bahagian yang kena panah lalu meninggal dunia. Maka orang-orang berkata, ‘Kami beriman kepada Tuhan sang pemuda! Kami beriman kepada Tuhan sang pemuda!’

Lalu dikatakan kepada raja, ‘Tahukah Anda, sesuatu yang selama ini Anda takutkan? Kini sesuatu itu telah tiba, semua orang telah beriman’. Lalu ia memerintahkan membuat parit-parit di beberapa persimpangan jalan, kemudian dinyalakan api di dalamnya.


Dan raja pun bertitah, ‘Siapa yang kembali kepada agama-nya semula, maka biarkanlah dia. Jika tidak, maka lemparkanlah dia ke dalamnya’. Maka orang-orang pun menolaknya sehingga mereka bergantian dilemparkan ke dalamnya.

Hingga tibalah giliran seorang wanita bersama bayi yang sedang disusuinya. Sepertinya, ibu itu enggan untuk terjun ke dalam api. Tiba-tiba sang bayi berkata, ‘Bersabarlah wahai ibuku, sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran’.”


harapan.jpg


(HR. Ahmad dalam Al-Musnad, 6/16-18, Muslim dan An-Nasa’i dari hadits Hammad bin Salamah. Dan An-Nasa’i serta Hammad bin Zaid menambahkan, yang keduanya dari Tsabit. Dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari jalan Abdurrazak dari Ma’mar dari Tsabit dengan sanad darinya. Ibnu Ishaq memasukkannya dalam Sirah dan disebutkan bahwa nama pemuda itu adalah Abdullah bin At-Tamir).

Saturday, November 13, 2010

Mengapa Couple?

Mengapa Ber’couple’ Haram?

Ya,mengapa?

Sekarang kita kembali kepada persoalan pokok. Di sinilah timbulnya kontroversi di antara kita. Bagi yang ber’couple’, sudah tentu perasaan ingin tahu mereka sangat tinggi dan pelbagai hujah ingin dikeluarkan bagi mempertahankan kesucian cinta mereka itu.

Sebagai seorang muslim, untuk menjawab persoalan ini, kita perlulah merujuk kembali kepada manual kita yang telah digarisi oleh Allah S.W.T. iaitu Al-Quran dan panduan iaitu As-Sunnah yang telah diwasiatkan kepada kita oleh junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. yang sepatutnya menjadi pegangan hidup kita.
Add Image

Add Image
Ada yang berkata, Allah telah menjadikan makhluk-Nya berpasang-pasangan, lelaki dan perempuan, mengapa tidak boleh bercinta atau ber’couple’?

Memang tidak dinafikan, dalam Al-Quran Allah ada berfirman, seperti dalam
firman-Nya dalamSurah Al-Hujrat(49) ayat 13:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Meskipun begitu, ayat-ayat ini tidak menjelaskan yang kita boleh mengadakan hubungan percintaan dan berkasih kasihan antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram. Banyak larangan Allah dalam Al-Quran yang melarang hubungan-hubungan ini.

Allah nukilkan dalam Al-Quran..

...Jangan kamu Menghampiri zina...

Dan Ber'Couple adalah salah satu cara menghampiri zina

AWAS..

Anda buat anda TANGGUNG!!
Sesungguhnya yang HARAM itu jelas dan yang HAQ itu juga jelas.

Sunday, October 31, 2010

Memilih

Sedar atau tidak, salah satu kelemahan yang dimiliki oleh setiap lelaki adalah membuat pilihan. Hal ini tidak dapat disangkal oleh mana-mana lelaki kerana ia boleh dikatakan sinonim dengan sifat seorang lelaki.. Perkara ni bukan sahaja melibatkan soal memilih jodoh tetapi merangkumi semua perkara. Hatta sehingga sekecil-kecil perkara seperti memilih makanan.

1. Soalan : Nak makan kat mane?
Jawapan lelaki : Aku tak kesah.. kat mane pon boleh

2. Soalan : Malam ni nak makan ape ek?
Jawapan lelaki : tak tau ah.. Ikut ko je lah..



Tidak dapat dinafikan sifat lelaki yang kebanyaakn yang terbuka menyebabkan mereka tidak terlalu kesah atas pemilihan yang dibuat.. Mungkin juga sejarah silam yang berlaku dalam diri seseorang lelaki itu menyebabkan dia tidak mahu lagi membuat pilihan yang salah. namun, betul atau salah pilihan tersebuat ,, ia tetap harus dipilih..

Begitu juga didalam Islam contohnya.. kita harus memilih untuk ke syurga atau ke neraka kerana tiada tempat antara keduanya diakhirat kelak.


Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.
Surah Jinn Ayat 14


Perkara ini perlu diatasi segera dan perlu dikikis dalam setiap otak manusia bahawa lelaki bukanlah golongan yang sukar membuat pilihan. Mungkin ini boleh dijadikan cabaran untuk saya dan anda semua kerana 'lelaki' dijadikan sebagai pemimpin dan pemimpin adalah pemutus dalam membuat sesuatu keputusan..


"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita),........"
Surah An-Nisa Ayat 34


Ayuh sahabat-sahabat ku.. Masa untuk berubah!!